Kalkulator Jadwal Shalat
Saat halaman dibuka, kami meminta izin lokasi agar koordinat dan zona waktu terisi otomatis. Anda lalu melihat Subuh, Terbit, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Ganti tanggal atau metode bila perlu — koordinat manual tetap tersedia untuk kota lain.
Hitung
Hitung
Hasil
Rumusnya
Jadwal shalat mengikuti posisi matahari di koordinat Anda. Dzuhur di sekitar tengah hari matahari; Terbit dan Maghrib memakai matahari tampak (dengan refraksi); Subuh dan Isya memakai sudut fajar/senja yang berbeda antar lembaga Islam; Ashar memakai aturan panjang bayangan (Syafi‘i atau Hanafi).
Contoh perhitungan
- Contoh: Jakarta sekitar 6,2088°LS, 106,8456°BT, UTC+7
- Tanggal 30-09-2026, sudut Muslim World League, Ashar Syafi‘i
- Dzuhur dekat zenit matahari; Maghrib mengikuti terbenam
Hasil: Jadwal lengkap Subuh hingga Isya untuk hari itu
Cara jadwal shalat dihitung
Hasil ini perkiraan astronomis. Di Indonesia, masjid dan Kementerian Agama (Kemenag) dapat menerbitkan jadwal dengan penyesuaian menit; untuk jamaah, utamakan jadwal resmi masjid atau Kemenag setempat.
Geometri matahari
Deklinasi dan persamaan waktu menentukan posisi matahari pada tanggal sipil yang dipilih. Sudut jam dari lintang Anda, setelah offset UTC diterapkan, menjadi jam dinding.
Metode perhitungan
Kedalaman matahari di bawah horizon untuk Subuh dan Isya berbeda antar lembaga. Muslim World League sering memakai 18°/17°; ISNA di Amerika Utara sering 15°/15°. Mesir, Karachi, Umm al-Qura (Makkah), dan lainnya punya sudut atau jarak Maghrib–Isya sendiri. Jadwal Kemenag di Indonesia bisa memakai parameter dan margin menit tersendiri — alat ini tidak meniru tabel resmi Kemenag secara identik.
Mazhab Ashar
Mazhab Syafi‘i, Maliki, dan Hanbali biasanya memulai Ashar ketika bayangan benda sama dengan tingginya (ditambah bayangan tengah hari). Mazhab Hanafi umumnya menunggu bayangan dua kali lipat. Di Indonesia mazhab Syafi‘i paling umum di masjid, sehingga opsi Standar biasanya lebih dekat ke praktik setempat.
Lintang tinggi
Dekat kutub, fajar/senja mungkin tidak mencapai sudut yang dikonfigurasi di musim panas atau dingin. Di atas sekitar 48° lintang, alat ini otomatis memakai fraksi malam berbasis sudut agar Subuh dan Isya tetap menghasilkan waktu — cocokkan dengan panduan lokal bila Anda berada di wilayah ekstrem.
Apa yang tidak kami klaim
Kami tidak mereproduksi setiap kalender nasional atau penyesuaian menit resmi (misalnya jadwal shalat Kemenag per kabupaten/kota). Anggap hasil sebagai alat bantu perencanaan; jika berbeda dengan jadwal masjid atau Kemenag, ikuti yang resmi.
Fakta menarik
Lima waktu fardu
Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya adalah jendela shalat fardu harian; Terbit ditampilkan karena menandai berakhirnya waktu Subuh.
Kemenag dan jadwal masjid
Banyak masjid di Indonesia merujuk jadwal shalat Kemenag atau pengurus masjid setempat. Perbedaan 1–5 menit dari perhitungan astronomis murni biasa terjadi karena margin keamanan atau parameter lokal.
Imsak di bulan Ramadan
Menjelang Ramadan, pencarian imsak–berbuka dan jadwal shalat melonjak. Imsak biasanya beberapa menit sebelum Subuh sebagai batas menahan diri; untuk puasa resmi, ikuti imsak Kemenag atau pengumuman masjid, bukan hanya waktu Subuh di kalkulator.
Kota besar bukan satu titik
Jakarta, Surabaya, atau Medan cukup luas; perbedaan bujur dan ketinggian bisa menggeser jadwal masjid 1–2 menit dibanding titik pusat kota.
Offset UTC wajib benar
Waktu dinding membutuhkan zona waktu yang tepat. Indonesia memakai WIB (UTC+7), WITA (UTC+8), dan WIT (UTC+9). Offset salah menggeser seluruh jadwal meski lintang–bujur sudah benar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Buka halaman ini dan izinkan lokasi saat diminta — koordinat serta zona waktu terisi dari perangkat. Pilih metode perhitungan yang dipakai masjid Anda jika berbeda dari Muslim World League. Untuk lokasi lain, ubah Lokasi ke Masukkan manual lalu isi lintang, bujur, dan offset UTC (misalnya Jakarta UTC+7).
Sedekat mungkin dengan masjid atau otoritas setempat. Muslim World League sering jadi default internasional; ISNA umum di Amerika Utara; Umm al-Qura terkait Arab Saudi; Mesir dan Karachi mewakili konvensi regional lain. Di Indonesia, jadwal Kemenag bisa berbeda beberapa menit dari metode generik ini — utamakan jadwal resmi bila untuk jamaah.
Ashar Standar (Syafi‘i / Maliki / Hanbali) dimulai lebih awal (faktor bayangan 1). Ashar Hanafi lebih lambat (faktor 2). Di Indonesia mayoritas masjid mengikuti tradisi Syafi‘i. Maghrib dan waktu lain tidak berubah oleh pengaturan ini.
Masjid dan Kemenag dapat memakai sudut berbeda, margin menit, atau kalender kabupaten/kota. Selisih 1–5 menit umum terjadi; untuk shalat berjamaah, ikuti jadwal yang diumumkan di masjid Anda.
Ya, hanya di halaman kalkulator ini. Izin diminta saat alat dimuat agar jadwal hari ini muncul cepat. Jika ditolak, pilih Masukkan manual dan ketik koordinat, atau ketuk Coba lagi lokasi.
Ya. Setelah lokasi terisi, ketuk Aktifkan kompas, pegang ponsel datar, lalu putar hingga penanda Kiblat berada di bawah penunjuk atas. Arah dihitung menuju Ka‘bah di Makkah. Magnetometer bisa menyimpang dekat logam atau elektronik — cocokkan dengan arah kiblat di masjid bila ketelitian penting.
Jika fajar sejati tidak pernah mencapai sudut Subuh/Isya metode yang dipilih, di atas sekitar 48° lintang kalkulator otomatis memakai fraksi malam berbasis sudut agar Subuh dan Isya tetap mendapat perkiraan waktu.
Tidak; Terbit bukan salah satu dari lima shalat fardu, tetapi menandai akhir waktu Subuh dan berguna untuk perencanaan.
Referensi
- Astronomical Algorithms Referensi standar koordinat matahari dalam astronomi sipil.
- Jadwal shalat dan kalender Hijriah Sumber resmi jadwal shalat dan informasi keagamaan yang banyak dirujuk masjid di Indonesia.