Hitung

Hitung

Format: hari / bulan / tahun (DD/MM/YYYY)

Dari hari ke-1 haid hingga hari ke-1 haid berikutnya. Rentang umum ~21–35 hari.

hari

Updates as you type

Hasil

Rumusnya

Ovulasi diperkirakan sekitar 14 hari sebelum haid berikutnya. Haid berikutnya = HPHT + panjang siklus. Ovulasi ≈ haid berikutnya − 14 hari. Jendela subur biasanya beberapa hari sebelum hingga hari ovulasi.

Haid berikutnya = HPHT + L · Ovulasi ≈ haid berikutnya − 14 · Jendela ≈ ovulasi − 5 … ovulasi

Contoh perhitungan

  1. HPHT 1 Juli 2026, siklus 28 hari → haid berikutnya 29 Juli
  2. Ovulasi ≈ 29 Juli − 14 = 15 Juli
  3. Jendela subur sekitar 10–15 Juli

Hasil: Ovulasi ≈ 15 Juli · jendela ≈ 10–15 Juli

Bagaimana estimasi ovulasi disusun

Alat memakai asumsi siklus luteal sekitar 14 hari — pendekatan kalender yang umum, bukan pengukuran hormon atau USG.

Dari HPHT ke ovulasi

Panjang siklus dihitung dari hari pertama haid ke hari pertama berikutnya. Mengurangi 14 hari dari haid berikutnya memberi perkiraan ovulasi untuk siklus “klasik” 28 hari.

Jendela subur

Sperma dapat bertahan beberapa hari; sel telur sekitar sehari. Jendela subur biasanya mencakup beberapa hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi. Variasi antarindividu besar.

Yang tidak dimodelkan

Tidak ada LH strip, suhu basal, lendir serviks, atau penyesuaian untuk siklus tidak teratur, PCOS, menyusui, atau pengobatan. Untuk program hamil atau kontrasepsi, konsultasikan tenaga kesehatan.

Fakta menarik

Siklus 28 hari bukan satu-satunya normal

Banyak orang memiliki siklus 21–35 hari yang masih dalam rentang umum. Panjang yang sangat tidak teratur perlu evaluasi medis.

Fase luteal relatif lebih stabil

Fase setelah ovulasi sering mendekati dua minggu; fase folikular sebelum ovulasi lebih bervariasi — sebab itu metode “−14 hari” dipakai.

BKKBN dan kesehatan reproduksi

Di Indonesia, informasi KB dan kesehatan reproduksi tersedia melalui BKKBN dan fasilitas kesehatan. Kalkulator kalender hanyalah gambaran kasar.

Stres dan sakit dapat menggeser ovulasi

Perjalanan, demam, atau stres dapat mengubah waktu ovulasi pada siklus tertentu meski rata-rata sebelumnya teratur.

Bukan metode KB andal sendirian

Metode kalender saja memiliki kegagalan tinggi dibanding kontrasepsi modern. Jangan andalkan hanya tanggal dari halaman ini untuk mencegah kehamilan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Tambahkan panjang siklus ke HPHT untuk haid berikutnya, lalu kurangi sekitar 14 hari. Itu perkiraan ovulasi menurut model kalender sederhana.

Periode beberapa hari ketika peluang pembuahan lebih tinggi — biasanya sebelum dan pada hari ovulasi. Alat ini menampilkan rentang edukatif berdasarkan siklus yang Anda isi.

Ya. Masukkan panjang siklus rata-rata Anda (misalnya 30 atau 32). Model tetap mengasumsikan fase luteal ~14 hari.

Ini perkiraan kasar. Strip LH, pemantauan klinis, atau USG lebih andal. Gunakan hasil sebagai titik awal diskusi dengan tenaga kesehatan.

Tidak disarankan sebagai satu-satunya metode. Efektivitas metode kalender rendah dibanding kontrasepsi yang direkomendasikan BKKBN/Kemenkes.

Estimasi menjadi kurang bermakna. Catat beberapa siklus atau konsultasikan dokter kandungan/bidan untuk evaluasi.

Referensi

  1. Kesehatan reproduksi dan KB — BKKBN Informasi program KB dan kesehatan reproduksi di Indonesia.
  2. Pedoman kesehatan ibu dan reproduksi — Kementerian Kesehatan RI Kerangka layanan kesehatan reproduksi nasional.
  3. Menstrual cycle and fertility awareness (overview) — WHO / reproductive health resources Konteks internasional tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

Estimasi edukatif saja — bukan diagnosis, saran KB, atau pengganti perawatan medis. Untuk program hamil, infertilitas, atau kontrasepsi, konsultasikan dokter, bidan, atau layanan BKKBN/Kemenkes.

Terakhir ditinjau: 2026-09-19 — Ditinjau oleh: Redaksi Mr. Calco

Sematkan kalkulator ini

Tambahkan kalkulator ini ke situs Anda dengan widget iframe gratis.

Tema

Widget menyesuaikan lebar kontainernya dan mengatur tinggi secara otomatis.