Hitung

Hitung

tahun
bpm

Updates as you type

Hasil

Rumusnya

Perkiraan HR maks memakai rumus umum 220 − usia (Fox dkk.). Lima zona memakai % dari HR maks: Z1 50–60%, Z2 60–70%, Z3 70–80%, Z4 80–90%, Z5 90–100%. Dengan HR istirahat, metode Karvonen: target = (maks − istirahat) × intensitas + istirahat.

HR maks ≈ 220 − usia · Karvonen: Target = (Maks − Istirahat) × % + Istirahat

Contoh perhitungan

  1. Usia 30 → HR maks ≈ 190 bpm
  2. Zona 2 (60–70%): 114–133 bpm
  3. Dengan HR istirahat 60: Karvonen Z2 ≈ 138–151 bpm

Hasil: Tabel zona untuk usia 30

Menggunakan zona detak jantung

Zona menstrukturkan latihan aerobik — hari ringan tetap ringan, hari berat tetap berat.

220 − usia

Sederhana, tetapi HR maks individu bervariasi ±10–12 bpm. Tes lab atau lapangan memperhalus; 220 − usia adalah perkiraan awal seperti disebut dalam materi ACSM.

Model lima zona

Zona 1 pemulihan, zona 2 basis aerobik, zona 3 tempo, zona 4 ambang, zona 5 VO₂ maks. Sebagian besar volume endurance dikumpulkan di Z1–Z2 dengan kerja Z3–Z5 selektif.

Keunggulan Karvonen

Cadangan detak (maks − istirahat) mempersonalisasi target bagi orang bugar dengan HR istirahat rendah — jika tidak, % dari HR maks lebih sederhana.

Fakta menarik

Tidak tepat untuk semua orang

HR maks tidak turun tepat 1 bpm per ulang tahun. Obat (beta-blocker) menekan respons HR — zona mungkin tidak berlaku.

Latihan terpolarisasi

Banyak program endurance menekankan banyak Z1–Z2 mudah plus dosis kecil Z4–Z5, dengan lebih sedikit waktu di “zona abu-abu” sedang.

Asal 220 − usia

Dipopulerkan dari regresi Fox dkk. (1971) — praktis, tetapi dengan sebaran individu besar.

Detak istirahat sebagai konteks

HR istirahat lebih rendah sering mencerminkan kebugaran aerobik. Karvonen memakai cadangan itu untuk target.

Pedoman gerak Kemenkes

Kementerian Kesehatan RI mendorong aktivitas fisik sedang hingga berat secara rutin. Zona detak membantu membuat intensitas itu konkret saat lari atau bersepeda di iklim tropis Indonesia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Alat ini memperkirakan 220 − usia dalam tahun. Seseorang berusia 35 mendapat ~185 bpm — tes individu bisa berbeda.

Zona 2 sering disebut “pembakaran lemak” karena lemak menyumbang porsi energi lebih besar pada intensitas sedang — total kalori tetap naik di zona lebih tinggi.

HR target = (HR maks − HR istirahat) × % intensitas + HR istirahat. Ini memakai cadangan detak, bukan sekadar % dari maks.

Tidak. Pasien jantung dan orang yang memakai obat penekan HR mengikuti saran dokter atau kardiolog.

Zona 2 (sekitar 60–70% HR maks) membakar persentase kalori dari lemak tertinggi, tetapi total kalori dan total lemak yang terbakar naik pada intensitas lebih tinggi untuk durasi yang sama.

Ini rata-rata populasi dengan sebaran individu sekitar ±10–12 bpm. Tes maksimal terbimbing atau hasil balapan terkini memberi angka yang lebih personal.

Sebagian besar atlet endurance menghabiskan 70–80% volume latihan di zona 1–2 (tempo bicara) dan memakai zona 4–5 jarang untuk interval, mengikuti model terpolarisasi atau piramida.

Ya. Latihan aerobik biasanya menurunkan HR istirahat dalam minggu hingga bulan seiring jantung lebih efisien — masukkan ulang HR istirahat terbaru untuk zona Karvonen yang lebih akurat.

Referensi

  1. Physical activity and cardiovascular health (ACSM) — American College of Sports Medicine Konteks intensitas latihan dan detak jantung.
  2. Age-predicted maximal heart rate (Fox et al.) — Journal of Applied Physiology Sumber regresi 220 − usia.
  3. Pedoman gizi seimbang dan aktivitas fisik — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Konteks nasional untuk aktivitas fisik sedang dan berat.

Hanya panduan latihan — bukan saran medis. Konsultasikan dokter sebelum latihan intensif jika ada risiko jantung.

Terakhir ditinjau: 2026-09-19 — Ditinjau oleh: Redaksi Mr. Calco

Sematkan kalkulator ini

Tambahkan kalkulator ini ke situs Anda dengan widget iframe gratis.

Tema

Widget menyesuaikan lebar kontainernya dan mengatur tinggi secara otomatis.